Monday, June 11, 2007

SMA Xaverius 1 Palembang di Media Massa

SMA Xaverius I Boyong Juara III Brigde

PALEMBANG - Untuk menyeimbangkan kepemilikan pengetahuan siswa dengan perkembangan psikologis, minat, dan bakat siswa, SMA Xaverius I Palembang memberikan dorongan kepada para siswanya untuk berkreasi pada ekstrakurikuler (ekskul). Dengan masuknya ekskul Brigde di SMA Xaverius I, berarti total ekskul yang bisa di jajaki oleh siswanya mencapai 31 cabang ekskul.
“Kami memberikan dorongan kepada para siswa untuk mengikuti kegiatan ekskul. Kami memandang kegiatan ekskul bisa membantu siswa untuk mengembangkan kepribadiannya secara paripurna, gabungan dari intra dan ekstra lembaga pendidikan,” ujar Kepala SMA Xaverius I Palembang, Y Susilo, didampingi Waka Bidang Humas RBM Sutartomo, kepada koran ini usai sosialisasi kepada siswa atas penerimaan piagam juara III Brigde tingkat Sumsel, kemarin.
Selain itu, kata Susilo, SMA Xaverius I juga mendapatkan peringkat 9 untuk tim bridge tingkat nasional dan tingkat 12 untuk perorangan mewakili Sumsel, yang diselenggarakan di Pekan Baru belum lama ini. “Sekolah bersama Komite Peduli Pendidikan Sekolah (KPPS) terus mendorong siswa untuk berkarya di berbagai even, termasuk melalui kegiatan ekskul, seperti olahraga brigde,” ujarnya tersenyum.
Menurut Susilo, pemberian kesempatan kepada para siswa dalam bidang organisasi merupakan kewajiban sekolah untuk membantu membentuk perkembangan anak didik. “Saya kira di era globalisasi yang semakin maju ini, selain penelitian ilmiah yang memiliki peran dalam keunggulan peserta didik, hingga terbinanya kecerdasan anak, perlu juga diseimbangkan dengan penguasaan ilmu-ilmu lain yang sifatnya ekstra,” paparnya.
Untuk itu, kata dia, perlu dikaji secara teliti bahwa setiap orang mempunyai IQ (Intellegency Qoatient), EQ ( Emosional Qoatient), SQ (Spiritual Qoatient). Nah, tiga hal itu dicermati oleh setiap orang, terutama orang tua dan para pendidik. “Sebab, banyak orang tua yang hanya mengerti IQ anak saja. Seperti dimaklumi, IQ anak yang tinggi bukan berarti akan lebih berhasil dibanding dengan IQ anak yang rendah. Sebab EQ juga menentukan kehidupan dan masa depan seorang anak,” terang dia.
Hingga sekarang, kata Susilo, di SMA Xaverius 1 Palembang, minat dan bakat para siswa dapat disalurkan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, hingga sekarang ada 31 macam. Antara lain, ekskul Pramuka, PMR, Kelompok Ilmiah Remaja dari berbagai bidang studi, tari, paduan suara, Koor, Marching Band, Band, Modern Dance, Basket, Tae kwon Do, Volley Ball , Sepak bola, dan sebagainya.
“Nah, dari berbagai bidang ekskul tersebut telah terbukti menelorkan anak-anak yang berprestasi, baik di tingkat kota, propinsi, nasional, bahkan Internasional. Saya contohkan, tim paduan suara, band, marching band, modern dance, voley Ball, tae kwon do, bridge, KIR Matematika, Fisika, dan lain-lain,” selorohnya.
Dijelaskan Susilo, ada dampak positif lain yang dapat dipetik dari kegiatan ekskul. “Hasil pencermatan saya, para siswa yang ikut dalam kegiatan ekskul ternyata kecenderungannya terbebas sebagai pengguna narkoba, jauh dari perkelahian, dan efek negative yang acapkali dilakukan seusia pelajar lainnya,” kata dia.
Hal itu, terang dia, disebabkan emosi pelajar yang bersangkutan telah digodok untuk lebih dewasa dalam bersikap dan bertindak, termasuk dalam mengembangkan minat dan bakatnya sudah tersalurkan dengan baik pada ekskul, seiring dengan perkembangan emosionalnya tadi. “Para siswa dibebaskan dalam memilih ekskul yang ada di sekolah , yang terpenting sekolah telah menyiapkan beragam pilihan tempat saluran minat dan bakat. Hanya saja, yang masih perlu diperhatikan bahwa kegiatan ekskul jangan hanya sekedar suatu kewajiban, tetapi merupakan ‘social control’ dalam dalam diri setiap para siswa dan juga bagi pihak sekolah. Nah, orang tua jangan hanya memaksa anak untuk les, privat, dan kursus-kursus yang berdalih demi masa depan anak,” ujarnya bijak.(*)TOM/Humas SMA Xaverius 1 Palembang

1 comment:

Chairil said...

ya tidak...ya tidak... ya tidak... (ulangi sampe 65536 kali)
LOL!!!